Friday, 3 February 2012

Pariaman Takanang Juo



Perjalanan ke suatu daerah pasti menyimpan berbagai kenangan. Saya sangat suka melihat-lihat kembali koleksi foto saya untuk mengenang daerah-daerah yang saya pernah kunjungi. Berbagai ciri khas pasti akan menempel terus dalam pikiiran, baik itu alamnya, kulinernya juga sahabat-sahabat baru.
Pariaman, Sebuah kota di Sumatra Barat selalu saja bikin saya kangen untuk berkunjung kesana.
Menurut saya pariaman adalah kota kecil dengan pantai yang eksotis dengan pemandangan pantai gondoriah, yang berlokasi deidepan stasiun kereta api. pasir yang putih, laut yang bersih, perahu-perahu nelayan serta terdapat empat pulau kecil yang tidak begitu jauh dari pantai yaitu Pulau Bando, Pulau Gosong, Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Angso dan Pulau Kasiak.  Saya menyempatkan ke salah satu pulau yang bernama pulau angso, disana sudah disirikan semacam bungalow yang boleh dimanfaatkan secara gratis oleh siapa saja. Di dalam pulau ini terdapat sebuah makam yang sangat besar, dalam hitungan kasar saya panjangnya sekitar 7meter. Tertuliskan bahwa kuburan tersebut adalah kuburan seorang penyebar agama islam dari Mesir.
Kembali ke pantai pariaman dengan boat kecil nelayan dari seorang teman juga sangat menyenangkan, walaupun kapal sangat kecil saya tidak begitu khawatir karena jarak nya sangat dekat. Dipinggir pantai pariaman bisa menikmati kuliner yang banyak dijajakan sambil menikmati sunset. Rancak and Perfect…
Tiap  tanggal 1 Muharram dipantai ini diadakan semacam pesta laut yang dinamakan Pesta Tabuik, pada tahun 2009 pesta tabuik ditiadakan karena masih berkabung suasana gempa, namun tahun selanjutnya sudah digelar lagi. Jangan heran kalau di Pariaman banyak sekali tugu tabik. Saya belum mendapatkan informasi secara rinci tentang riwayat pesta tabuik ini.




PESTA TABUIK


TEH TALUA
Kalau didaerah saya ada kupi weng boh manok yaitu telur merah saja yang sudah dipisahkan dicampur gula , dikocok sampai mengembang kemudian disiram dengan kopi yang sangat panas jadi dalah lah kupi weng boh manok. Dipariaman tidak jauh beda, kopi digantikan dengan teh. Dan disebut teh taluwa atau teh talua. Sebagai makanan anda bisa makan sala semacam bakwan, kalau di sunda semacam bala-bala. Sala ini ada sala lauk dan dala ikan.







Pariaman juga memiliki pemandangan alam gunung dan persawahan yang indah, saya melihatnya seperti dalam lukisan saja. Sebuah photo yang saya ambil dari sekitar kurai taji-petamuan dalam perjalan ke Parit Malintang,

Pariaman bisa anda jadikan senter untuk wisata anda. lokasi yang strategis apabila anda ingin melanjutkan lagi ke Bukit tinggi, padang panjang juga ke kota Padang. Saya mengucapkan terimakasih buat sahabat-sahabat saya dipariaman; Arif, Abdul, Irfan, Ade, Bang dide dan Pak Damon. ressa adel (minta dicantumin yak)



Kalau ada sumur diladang ya..



6 comments:

Anonymous said...

mmm...

Anonymous said...

hahaha..
masih inget gag.. makan nasi di simp dekat pos polisi depan lap. merdeka..???

Muhammad Ridha Agusni said...

maih inget lah.. yg jualan nasi juga abang yg jualan jus buah.. nah yg pas bgt depan pos polisi itu abang yg jualan jus buah bukan???

Anonymous said...

hehe..
iy..
tRus kpn dtang lge k piaman laweh..
yobana yobana..

Muhammad Ridha Agusni said...

orang minang bilang" kalau lah ado sumur diladang boleh lah kito manumpang mandi"

Muhammad Ridha Agusni said...

ni yang anonimous si ressa adel... udah ga jualan lg ya.