Wednesday, 14 March 2012

Retrofitting Bangunan Akibat Gempa

Project  : Retrofitting Puskesmas Parit Malintang
Location: Padang Pariaman - West Sumatera
Tulisan ini merupakan beberapa ringkasan menyangkut pekerjaan saya yang berkaitan dengan project retrofitting  dan cenderung membahas metoda-metoda perbaikan terhadap kerusakan bangunan akibat gempa.
Secara visual kerusakan akibat gempa yang kasat mata adalah kerusakan pada konstruksi atap, konstruksi dinding, konstruksi beton baik itu beton untuk balok dan kolom serta kerusakan pada aksesories bangunan baik itu berupa jendela, pintu dan aksesories lain yang sifat nya bisa digantikan dengan yang baru.Ada beberapa kerusakan yang tidak kasat mata namun kita bisa memprediksi dengan melihat faktor lain yang mengarah kita untuk menelitinya, misalnya penurunan lantai yang mengacu pada pondasi dan sloof, disini kita harus lakukan penggalian untuk mengetahui kondisi pondasi dan sloof. Setelah itu kita lakukan pengelompokan kerusakan dan menghitung volume kerusakan. Disini saya hanya menjelaskan karakter kerusakan dan tidak menghiraukan volume karena itu tergantung dari kasus project.
Metode retrofitting untuk bangunan gempa yang dipakai tergantung dari kerusakan objek yang ditinjau, al:

Pondasi; untuk pondasi lantai satu biasanya menggunakan pondasi batu kali menerus, kerusakan ini diakibatkan karena penurunan tanah yang disebabkan oleh daya dukung tanah yang tidak kuat. Perkuatan yang dilakukan dengan membuat pondasi tapak pada bagian pertemuan axis sloof dan dalamnya harus mencapai tanah keras. Pondasi tapak ini harus terhubung dengan sloof sehingga pembesian sloof lama harus menyatu dengan tapak. Sloof lama harus dibongkar sebagian dan Jarak bongkar ini tergantung dari diameter besi yang digunakan. Penyambungan besi juga ada pola tersendiri karena ada bagian besi sloof yang langsung terhubung ke bagian pondasi tapak sehingga proses pada tahap pengecoran pondasi tapak dan bagian perkuatan sambungan sloof dilakukan bersamaan (pada waktu yang sama).
Harus diperhatiakan bahwa beton lama dan beton baru menjadi senyawa, sirami air untuk membersihkan debu sebelum di cor dan campurkan beton dengan bonding agent dan campur semen untuk grouting(contoh produk: sika maupun fosroc)
Sementara untuk pondasi tapak, selain akibat penurunan tanah bisa juga disebabkan oleh hancur pada titik pertemuan dengan sloof akibat gaya geser. Bagian ini harus dilakukan perkuatan dengan membuat besi dan beton baru yang terhubung dengan pondasi tapak.
Kolom, balok dan sloof.
Sloof, kolom dan balok adalah rangkaian yang berhubungan, bisa jadi beton hancur pada bagian bawah yaitu pertemuan pile, sloof dan kolom atau bisa saja beton hancur pada bagian atas yaitu pertemuan antara kolom dan balok. perbaikan dapat dilakukan dengan memperbaiki kolom atau dengan metode Jacketing

Dinding: kerusakan dinding bisa berupa retak bagian dinding secara umum dan retak pada pertemuan dengan kolom. Masing masing ini mempunyai metoda tersendiri dalam perbaikannya,
retak dinding pada pertemuan kolom adalah retak secara vertikal sepanjang kolom. Hal ini disebabkan karena terlepasnya hubungan antara dinding dengan kolom.kerusakan ini dapat diperbaiki dengan membuat kembali hubungan antara kolom dengan dinding.
Langkah langkah nya bisa di baca dalam postingan "Retrofitting - Menghubungkan Dinding ke Kolom"

Untuk dinding yang retak dapat dilakukan dengan menjahit kembali kolom yang retak, metode ini disebut dengan patching, atau menjahit dinding. baca artikel postingan nya " Retrofitting - Menjahit Dinding Retak " dalam postingan ini juga dijelaskan langkah-langkah pelaksanaan nya.

kasus dinding retak dapat juga dilakukan dengan metoda injection yaitu sistem perbaikan yang digunakan dengan Injeksi yang merupakan metoda perbaikan kerusakan bangunan retak-retak ini tidak hanya untuk dinding saja tapi dapat juga diaplikasikan pada plat lantai dengan cara menyuntikkan bahan adictive perekat kedalam bagian yang retak sampai terisi penuh sehingga menjadi kesatuan kembali dan komponen beton dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya. baca artikel Retrofitting - Perbaiki Dinding Retak dengan Injeksi Epoksi"
mengenai langkah-langkah perbaikannya.

Alhamdulillah... semoga bermanfaat.

No comments: