Thursday, 15 March 2012

Uji Kelayakan Konstruksi Bangunan Paska Gempa

Project      : Studi kelayakan bangunan paska gempa
Location  :  Andalas University - West Sumatera
Uji kelayakan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi struktur bangunan setelah gempa karena goncangan gempa bisa membuat perlemahan-perlemahan konstruksi. Uji kelayakan dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat menginput informasi untuk selanjutnya dilakukan kajian lebih dalam di lab untuk mengetahui kondisi aman atau tidak aman bangunan tersebut digunakan kembali.


Hammer test: alat ini digunakan untuk mengetahui kualitas dan karakter beton bukan untuk menelusuri perlemahan akibat gempa. Macam-macam kualitas beton misalnya mutu K:175, K250, K350 atau mutu lainnya. Adakalanya suatu bangunan hancur setelah gempa juga dikarenakan pada pelaksanaan nya tidak mengikuti petunjuk pelaksanaan sehingga mutu beton tidak tercapai. Rebar detection system: alat ini untuk mengetahui kondisi pembesian, dengan alat ini kita dapat mengetahui ukuran diameter besi yang digunakan. Kalau hammer test dikhususkan untuk mendetksi mutu beton maka untuk mendeteksi pembesian saja. Ultrasonic velocity pulse: alat ini berfungsi untuk mengukur kepadatan (hemognitias) serta kedalaman retakan pada beton. Alat lain yang dapat digunakan adalah dengan metoda core drill, yaitu mengambil sampl beton bangunan kemudian dibawa ke lab untuk diteliti.Teodolit dan waterpass: alat ini untuk melihat vertikalitas bangunan,adakalanya bangunan menjadi miring akibat gempa, kemiringan ini diakibatkan karena kondisi dan daya dukung tanah yang tidak sama, sebagian mengalami penurunan sehingga bangunan menjadi miring. Semua data tadi kemudian di analisa komputerais di laboratorium untuk mengtahui kondisi konstruksi pasca gempa sehingga dapat ditemukan metode perbaikan baik berupa perubahan dimensi serta komposisi dari beton bertulang.
rebar detction system
ultrasonic velocity pulse
rebar detction system
uji vertikaliti

ultrasonic velocity pulse
Hammer test




No comments: